Yuk, Kenal Lebih Dekat Jenis-Jenis Piutang!

Piutang adalah hak seseorang yang memberikan pinjaman kepada orang lain. Di dalam bisnis piutang ini memiliki tiga jenis, yaitu piutang usaha, piutang wesel, dan piutang non dagan. Setiap jenis ini memiliki pengertian yang berbeda. Oleh karenanya, untuk kenal lebih dekat mengenai jenis-jenis piutang, Anda baca terlebih dahulu artikel yang berkaitan dengan jenis-jenis piutang berikut:

Piutang usaha

Piutang usaha

Piutang usaha bisa terjadi karena adanya transaksi penjualan dengan cara kredit. Pengertian dari piutang usaha adalah sejumlah tagihan yang dilakukan oleh orang ketiga yang telah waktu tempo. Piutang ini juga dilakukan dalam jangka pendek, yaitu lebih kurang 60 hari. Ini bisa terjadi karena adanya persetujuan antara kedua belah pihak.

Piutang wesel

Piutang wesel

Piutang wesel merupakan surat menyurat mengenai perjanjian untuk membayar sejumlah uang. Piutang yang dilakukan lewat wesel juga, Anda harus menyiapkan jamin sebagai bukti. Di dalam piutang wesel juga terbagi atas dua, yaitu piutang wesel tidak berbunga dan piutang wesel berbunga untuk mengetahui lebih lengkap berikut penjelasannya:

  • Piutang wesel tidak berbunga

Piutang wesel tidak berbunga merupakan wesel yang tidak membebani bunga pada pihak debitur (peminjam). Hal ini bisa terjadi pada pihak yang meminjam uang yang telah jatuh tempo masih tetap membayar nominal yang telah tertera pada surat perjanjian pada wesel dan tidak ada tambahan uang. Selain itu, waktu tempo yang diberikan pihat piutang pada yang berhutang tidak lama yaitu lebih kurang 2 bulan.

  • Piutang wesel berbunga

Sedangkan piutang wesel berbunga, jumlah uang yang telah tercantum di dalam wesel akan ditambah beserta bunga. Misalnya, di wesel tertera nominal sebesar Rp 30 juta, maka ada bunga yang tertera seperti 10 %. Dengan begitu, pihak yang terkait akan membayar dengan nominal sebesar 30 juta lebih karena beserta nominal dari bunga sehingga akan lebih dari 30 juta rupiah. Hal ini dikarenakan telah adanya kesepakatan dari kedua belah pihak. Jadi, bagi Anda yang telah memutuskan untuk Piutang wesel berbunga, maka wajib untuk mengembalikan uang pinjaman beserta bunga. Maka dari itu, lebih baik untuk memilih piutang wesel tidak berbunga.

Piutang non dagang

Piutang non dagang

Piutang yang dilakukan non dagang ini piutang akibat adanya transaksi secara tidak langsung berhubungan dengan perusahaan. Ini terjadi karena adanya tagihan kepada pihak lain yang timbul bukan karena adanya penjualan barang dagang atau jasa secara kredit. Adapun yang termasuk dalam piutang non dagan sebagai berikut:

  • Piutang biaya

Piutang biaya adalah piutang yang timbul karena adanya biaya-biaya yang seharusnya belum menjadi beban untuk dibayar dimuka. Misalnya, Sewa rumah yang dibayar dimuka yang seharusnya di tempati terlebih dahulu baru dibayar, tapi kenyataannya bayar dulu baru menempati. Selain itu, contohnya gaji yang dibayar dimuka seharusnya bekerja dulu baru dibayar, tapi piutang biaya semuanya di bayar dimuka.

  • Piutang penghasilan

Piutang penghasilan merupakan piutang yang dilakukan dengan cara seseorang menyewa jasa atau menempati rumah Anda dengan cara menyewanya. Contoh dari piutang penghasilang adalah piutang jasa dan piutang sewa. Misalnya, dia menyewa rumah Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan penghasilan.

Nah, itulah jenis-jenis dari piutang yang perlu Anda ketahui. Mudah-mudahan dengan begitu Anda akan mengerti dan paham tentang jenis-jenis dari piutang. Namun, sebaiknya Anda harus berhati-hati saat meminjam uang pada orang lain. Ada baiknya, mencari orang yang memiliki hati lembut saat ingin meminjam agat tidak ada saratnya gitu.

 

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Untung atau Rugi dalam Forex Trading?

Berbagai macam ekspresi bisa saja ditunjukkan oleh para trader forex ketika mereka mendapatkan keuntungan atau kerugian. Jika mereka mendapat untung, ada yang mengucap rasa syukur dan ada juga yang membanggakan dirinya atas keberhasilan yang didapat. Sebaliknya, ketika mereka merugi atau kehilangan uang, ada yang menggerutu dan ada juga yang marah-marah dan memutuskan untuk terus membuka posisi dagang. Hal tersebut memang sangat wajar dilakukan karena mendapatkan keuntungan atau kerugian dalam trading forex akan membuat trader cukup emosional.

forex lagi-lagiSebenarnya apa sih yang sebaiknya dilakukan ketika untung atau rugi dalam forex trading? Apakah harus mengikuti emosi dan nafsu untuk terus mendapatkan keuntungan atau mengembalikan modal awal? Jika Anda menjawab iya, Anda salah besar karena mengikuti emosi dan nafsu akan menuntun Anda ke dalam kerugian yang besar. Dulu, pada awal aku mulai berdagang forex, aku pernah mengalami kerugian sebesar 10% dari modal awalku. Pada saat itu, aku mengabaikan tutorial forex yang sudah aku pelajari dan aku benar-benar emosi dan kesal karena aku kehilangan uang. Hal ini mendasari pemikiranku untuk melakukan balas dendam, yaitu dengan cara terus melakukan trading agar modalku kembali lagi. Apakah Anda tahu apa hasil yang aku dapatkan? Aku justru kembali merugi dan terpaksa merelakan 50% modalku hilang begitu saja. Hal tersebut tak terlepas dari kurangnya konsentrasi dalam menganalisa trend dan pergerakan mata uang karena emosi sudah menguasai pikiranku. Aku tidak bisa berpikir jernih dan hanya mementingkan untuk mendapatkan modalku kembali.

Berbeda halnya dengan temanku yang memperoleh keuntungan. Pada saat dia berhasil memperoleh keuntungan, dia bukannya berhenti dan menikmati hasil jerih payahnya, namun justru terus berdagang valuta asing. Dia berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih besar lagi di pasar selanjutnya. Sayangnya, apa yang dia harapkan tidak bisa terwujud karena pergerakan uang melemah dan dia kehilangan keuntungan yang sudah dia dapatkan sebelumnya. Parahnya, setelah keuntungan sebelumnya tak tersisa, dia bukannya berhenti untuk menghindari kerugian lebih besar, tapi justru terus membuka posisi dagang. Akhirnya, dia harus merelakan modalnya berkurang sebanyak 30% karena mengalami kerugian besar. Dia terlihat sedih dan menyesal pada saat itu.

tanya fLalu apa jawaban yang tepat? Jawaban yang tepat adalah keluar dari pasar untuk sementara waktu. Bagi trader yang mengalami kekalahan/kerugian, keluar dari pasar dan introspeksi diri serta temukan kesalahan yang sudah dilakukan supaya bisa trading lebih baik lagi kedepannya. Untuk trader yang mendapatkan keuntungan, keluar dari pasar setelah mendapatkan keuntungan akan membuat trader bisa menikmati keuntungan yang mereka peroleh walaupun keuntungan tersebut tidak begitu besar. Meskipun begitu, setidaknya akan ada manfaat yang bisa diperoleh ketika mendapatkan keuntungan.

Oleh sebab itu, baik sedang untung atau sedang rugi, ada baiknya untuk menutup posisi dan keluar dari perdagangan segera tanpa alasan apapun juga. Hal ini akan membuat resiko mengalami kerugian bisa diminimalisir sebaik mungkin. Mudah-mudah informasi ini dapat bermanfaat untuk para pedagang valuta asing, khususnya bagi yang baru bergabung pada investasi dan bisnis ini.

Penyebab Bertumpuknya Hutang

hutang menumpukHutang merupakan permasalahan keuangan yang sering menjerat masyarakat. Dahulu sistem pinjaman diperuntukan untuk membantu keuangan masyarakat, di mana mereka bisa memenuhi kebutuhan mendesak, lalu bisa mengembalikannya di kemudian hari. Namun kini, Bukannya menyelesaikan masalah, hutang kian menambah beban hidup masyarakat miskin. Hal itu dikarenakan kesulitan ekonomi yang mendera masyarakat dimanfaatkan para lintah darat dengan memberikan pinjaman berbunga tinggi. Selain kemiskinan, ada beberapa penyebab lainnya yang mengakibatkan seseorang memiliki hutang yang bertumpuk, di antaranya:

200559715-002Gaya hidup yang berlebihan

Setiap manusia memiliki kecenderungan menghabiskan uangnya untuk berfoya-foya, hanya beberapa orang saja yang berhasil mengontrol dirinya. Setiap awal bulan, lebih memilih makan di restoran dibanding memasak makanan sehat di rumah. Tidak mau mengenakan pakaian yang sama untuk dua pesta berbeda. Harus menginap di hotel mewah saat pergi berlibur. Hal-hal tersebut merupakan beberapa contoh gaya hidup berlebihan yang dapat menyebabkan pengeluaran membengkak. Saat gaya hidup tidak sesuai pendapatan, akibatnya kebutuhan pokok menjadi terbengkalai. Untuk menutupi kekurangan, akhirnya terpaksa berhutang. Untuk itu, katakan TIDAK untuk berhutang guna memenuhi gaya hidup!

ambisiAmbisi besar terhadap usaha yang dijalankan

Bersikap terlalu ambisius terkadang menjebak seseorang untuk melakukan apa saja agar keinginannya terpenuhi, termasuk melakukan hal yang salah. Berambisi untuk memajukan usaha hingga ke pasar internasional, bukanlah hal yang buruk. Namun, hendaknya lakukan perencanaan keuangan dengan matang agar sebisa mungkin terhindar dari hutang. Saat ambisi tidak tercapai dan hutang menumpuk, akibatnya terburuknya ialah mengalami gangguan mental, bahkan kematian (bunuh diri).

Perangai yang buruk

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar, orang-orang yang berperangai buruk selalu memiliki banyak hutang di masyarakat. Malas membersihkan rumah, sewa pembantu. Malas mengurus anak, pekerjakan baby sitter. Malu anak meneruskan pendidikan di sekolah biasa, dimasukan ke sekolah elite. Malu mengendarai mobil yang sama selama satu tahun, ganti mobil setiap tahun dengan model terbaru. Dapat dipastikan, sikap sombong dan pemalas seperti itu akan menguras uangnya tak bersisa. Ditambah lagi dengan perilaku yang gemar berjudi, memakai narkoba dan mengkonsumsi minuman keras, bukan tidak mungkin bila hutang terus bertumpuk akibat kecanduan barang haram.

nasib sialNasib sial berturut-turut

Saat tertimpa kesialan, hal pertama yang disalahkan adalah TUHAN! Padahal, tidak ada kesialan bila tanpa kesalahan. Misalnya saja, hutangnya menggunung karena selalu tertipu broker saham abal-abal atau nilai investasinya anjlok di pasaran. Semua itu terjadi karena ketidaktelitian dalam mengambil keputusan. Jangan terlalu terburu-buru memutuskan bekerjasama dengan broker saham ataupun berinvestasi pada bidang yang belum dikuasai karena tergiur oleh keuntungan yang besar, sebelum melakukan penyelidikan. Dengan bersikap waspada, seseorang pun akan terhindar dari nasib sial.

 

Pola pikir yang dangkal

Kurangnya wawasan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pengelolaan uangnya. Dangkalnya pengetahuan mengenai kartu kredit, membuat seseorang mengandalkannya untuk semua jenis transaksi. Akibatnya pengeluaran melebihi limit yang ditentukan sehingga bank mengenakan denda. Membayar cicilan dengan bunga tinggi ditambah denda yang cukup besar, akibatnya penghasilannya selama sebulan tidak mencukupi jumlah tagihan. Pola pikir yang dangkal juga ditunjukkan dari sikap seseorang yang menjadikan berhutang adalah solusi keuangan yang tepat. Padahal, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan untuk mengatasi masalah keuangan.

Dengan mengetahui penyebab menumpuknya hutang di atas, semoga pembaca tidak melakukan sikap-sikap buruk di atas agar terhindar dari hutang. Hidup sederhana lebih indah dan barokah. :)

Pertimbangkan Ini sebelum Melakukan Investasi Emas

Gold bar on financial page, close-up, high angle viewMelakukan investasi emas memang sangat menguntungkan sebab bisa tahan terhadap inflasi. Berbeda jika berinvestasi properti yang harganya bisa turun atau naik kapan saja. Bukan hanya itu saja, melainkan juga penanaman modal berupa emas akan sangat membantu Anda pada saat membutuhkan biaya yang mendesak sebab sangat mudah dijual, baik itu secara online maupun offline. Namun, sebelumnya ada 3 hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum berinvestasi emas, seperti berikut ini:

Tujuan Anda melakukan investasi emas

Harga-Emas-Antam-Menggiurkan-di-Akhir-Pekan-1-650x400Sebelum menanam modal berupa emas, wajib bagi Anda untuk mempertimbangkan tujuan dalam melakukan penanaman modal, apakah untuk biaya setelah pensiun, pendidikan anak, bangun rumah, beli mobil, dan lain sebagainya. Dengan begitu, Anda bisa menentukan jangka waktu dalam melakukan berinvestasi sesuai dengan keinginan atau kebutuhan yang akan datang.

Lagi pula, perlu Anda ketahui bahwa semakin panjang jangka waktu yang diambil dalam melakukan investasi, maka semakin besar keuntungan yang akan didapat. Maka dari itu, pada saat ada keperluan mendesak sangat disarankan untuk tidak langsung menjual emas tanpa berpikir panjang. Jika memiliki biaya simpanan yang cukup, lebih baik Anda menggunakannya dan menggantinya setelah memiliki uang yang lebih nantinya.

Keuntungan dan resiko yang akan didapat

Mengetahui keuntungan dan resiko yang akan didapat saat melakukan investasi emas, bisa menjadi salah satu cara bagi Anda untuk sukses dalam melakukan penanaman modal. Misalnya, dengan berinvestasi emas, Anda bisa menjamin biaya untuk kehidupan sehari-hari setelah pensiun dari pekerjaan. Dengan begitu, keluarga Anda tidak akan mengalami masalah nantinya pada saat tidak lagi memiliki pendapatan yang tetap.

Nah, dengan mengetahui resiko yang akan terjadi dalam melakukan penanaman modal berupa emas, besar kemungkinan Anda terhindar dari masalah yang akan terjadi nantinya. Meskipun mengalaminya, Anda akan menjadi lebih mudah dalam mengatasinya sebab sudah memiliki solusinya.

Informasi tentang tempat investasi yang akan dipilih

Pada saat Anda memutuskan ingin melakukan penanaman modal berupa emas ke perusahaan atau bank, ada baiknya untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat tersebut. Cari tahu apakah tempat tersebut memiliki latar belakang yang baik atau tidak. Jangan sampai mengabaikan hal yang satu ini sebab bisa jadi nantinya Anda kena tipu karena salah memilih tempat investasi. Terbukti banyak yang mengalami masalah tersebut dan emas yang dibawa kabur tadi tidak bisa didapatkan kembali.

Anda bisa mencari tahu informasinya dengan bertanya ke orang terdekat atau browsing di internet. Untuk saran, usahakan untuk tidak hanya terpaku atau percaya pada satu sumber saja, melainkan sumber yang lain. Jika lebih banyak yang beranggapan negatif, lebih baik Anda urungkan niat untuk berinvestasi di tempat tersebut dan mencari tempat lain yang memiliki latar belakang lebih baik.

Terlepas dari 3 pertimbangan di atas, jenis emas yang diinvestasikan tidak mesti yang berupa perhiasan (seperti cincin, gelang, kalung, anting, dan lain sebagainya), bisa juga dengan menggunakan emas batangan. Lagi pula, jika emas yang diinvestasikan tersebut memiliki timbangan lebih berat (misalnya kurang lebih 100 gram) dan tidak memiliki banyak motif, biasanya penyusutannya lebih sedikit.

Dengan begitu, Anda tidak akan mengalami kerugian dan malah mendapatkan keuntungan yang cukup besar/berlipat ganda. Namun, emas yang ringan atau memiliki banyak motif juga bisa memberikan keuntungan apabila jenis barang tersebut sedang trend pada saat ini, meskipun sering mengalami penyusutan.

Kebiasaan yang Bikin Kamu Berhutang

debt aSalah seorang temanku berprofesi sebagai seorang perencana keuangan. Kami sudah berteman sejak kami duduk di bangku SMP. Saat ini, kami sudah berkeluarga dan memiliki kesibukan masing-masing. Beberapa tahun yang lalu, aku bertemu dengannya dan mengobrol di sebuah kafe sambil minum kopi cappuccino kesukaan kami. Ada banyak hal yang kami obrolkan, salah satunya adalah kebiasaan yang bikin seseorang berhutang. Hal ini sangat menarik buatku pribadi karena rekan kerjaku di kantor yang memiliki posisi lebih baik dariku sering sekali berhutang.

Jujur, aku sampai heran pada rekan kerjaku itu karena seharusnya aku yang memiliki kemungkinan besar untuk berhutang, tapi justru sebaliknya, aku yang sering meminjamkan uang kepadanya. Temanku bilang bahwa aku bisa mengelola keuanganku dengan baik sehingga aku bisa bebas dari hutang. Oya, dia juga menjelaskan bahwa mungkin saja rekan kerjaku itu memiliki kebiasaan buruk yang biasanya bisa mengeluarkan banyak uang.

Btw, apakah kamu mengalami masalah yang sama dengan rekan kerjaku? Jika iya, ada baiknya untuk menghindari kebiasaan yang bikin kamu berhutang di bawah ini:

Mendahulukan keinginan daripada kebutuhan

Mana yang akan kamu beli dari kedua opsi ini: smartphone baru yang dilengkapi dengan teknologi termutakhir saat ini atau pakaian kantor? Sebagian besar orang tentu akan memilih smartphone baru tersebut karena siapa juga yang tidak ingin terlihat keren dan oke dengan gadget tersebut. Yup, kamu juga mungkin akan memilih opsi yang sama. Sadari bahwa hal tersebut bukanlah pilihan yang tepat karena kamu akan mengeluarkan jutaan rupiah dalam sekali belanja.

“Aku akan belinya pake kartu kredit jadi bisa mendapatkan potongan harga.” Jika ini yang menjadi alasan kamu, ini juga tidak baik karena akan meningkatkan tagihan kartu kredit pada akhirnya nanti. Coba bayangkan jika sebelum membeli smartphone baru tersebut, kamu sudah menggunakan kartu kredit untuk membeli barang-barang lain yang kamu inginkan. Sudah pasti, akhirnya nanti kamu akan dikejar-kejar hutang.

Mengambil banyak barang kreditan

Mengambil satu atau dua barang kreditan memang bukanlah masalah besar, apalagi jika cicilannya terjangkau dan tidak ada bunga jika kamu telat membayar. Namun, masalahnya adalah kebanyakan dari kamu suka mengambil barang kreditan dalam jumlah banyak. Parahnya, barang yang dipilih harganya mahal sehingga pada akhirnya kamu akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk melunasinya. Ini belum seberapa jika si pemilik barang mengharuskan kamu untuk membayar bunga dalam jumlah cukup besar jika kamu telat membayar. Misalnya, jika kamu mengambil sebuah home theater dengan cicilan per bulan lebih dari lima ratus ribu rupiah dan ditambah bunga 20-50 persen, tentu saja kamu bisa mengeluarkan dana setidaknya tujuh ratus lima puluh ribu rupiah dalam sekali pembayaran cicilan. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan ini!

waste money

Menghabiskan banyak waktu di luar rumah

Hang out bareng keluarga, teman-teman dekat, atau pacar sah-sah saja untuk dilakukan. Setiap orang butuh hiburan supaya beban pikirannya hilang. Namun, hindari menghabiskan banyak waktu di luar rumah. Cukup lakukan kegiatan ini satu atau dua kali dalam seminggu. Itu pun dengan catatan kamu tidak boleh mengeluarkan banyak uang. Tahan semua keinginan kamu untuk belanja atau mencicipi makanan dan minuman sesuka kamu. Jika kamu ingin tetap sering melakukan ini, bersiaplah untuk menghadapi hutang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Logikanya seperti ini: jika dalam satu minggu kamu menghabiskan waktu di luar rumah sebanyak 4 kali dan setiap kali kamu melakukan kegiatan ini, kamu mengeluarkan dana 50 ribu rupiah, bisa dong membayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan dalam satu bulan?

Well, mulai biasakan diri untuk hidup hemat dari sekarang jika tidak ingin lagi berhutang.

Outcome Lebih Besar dari Income? Terapkan Metode EPK

“Argghh…lagi-lagi bulan ini pengeluaranku lebih besar dari pemasukanku! Apa yang sebaiknya aku lakukan?” Ini adalah omelan sepupuku beberapa waktu yang lalu setelah dia mengecek data pengeluaran dan pemasukannya. Di sangat kaget saat itu karena hal tersebut membuatnya harus menguras tabungannya guna membayar tagihan atau kredit barang yang dia beli. Masalah ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh sepupuku, tapi juga orang-orang di luar sana yang pada umumnya kurang begitu mahir dalam mengelola keuangan mereka. Pada umumnya, penghasilan mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka sehingga outcome mereka selalu lebih besar dari income.

income

Hal ini bisa menjadi masalah serius jika tidak segera ditanggulangi. Bagaimana dengan Anda sendiri? Jika Anda juga mengalami masalah yang sama, apakah Anda tahu apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini? Jika Anda menjawab tidak, pertimbangkan untuk menerapkan metode EPK berikut:

Evaluasi

Anda tidak akan pernah tahu mengapa pengeluaran lebih dari pendapatan jika tidak ada evaluasi sama sekali. Untuk itu, lakukan evaluasi dengan mengecek seluruh struk pengeluaran dan daftar belanja Anda. Bagaimana jika sebelum ini Anda tidak menyimpan struk atau membut daftar belanja tersebut? Cukup mengingat apa saja yang sudah Anda beli untuk saat ini, seperti beli pulsa, pakaian, kebutuhan pokok sehari-hari, bensin, listrik, dan lain sebagainya. Selanjutnya, mulai kumpulkan struk dan buat daftar belanja secara rutin. Hitung semua pengeluaran Anda secara cermat dan akurat supaya Anda mengetahui kondisi pengeluaran Anda sebenarnya.

Pengurangan

Jika Anda sudah mendapatkan hasil evaluasi dan tahu alasan mengapa pengeluaran lebih besar dari pendapatan, kurangi bagian yang menjadikan pengeluaran meningkat semaksimal mungkin. Misalnya, jika pengeluaran Anda meningkat karena Anda sering membeli pakaian, maka kurangi membeli pakaian untuk bulan selanjutnya atau jika Anda terlalu sering membeli pulsa untuk menelpon orang terdekat Anda, sebaiknya atur pemakaian pulsa Anda dengan mengambil paket telpon atau cukup dengan mengirim SMS agar Anda lebih hemat. Jika tiba waktunya untuk membeli pakaian baru atau pulsa, temukan diskon atau voucher belanja atau datangkan ke counter yang menawarkan pulsa dengan harga terjangkau supaya bisa menghemat uang Anda. Alternatif lain khususnya untuk membeli pakaian baru adalah membeli pakaian grosir yang memungkinkan Anda untuk hemat hingga ratusan ribu rupiah. Saat ini, Anda bisa membeli pakaian grosir secara online di situs-situs terpercaya.

cut down expense

Kontrol

Hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah mengontrol semua pengeluaran Anda secara rinci dengan cara mengecek secara rutin apa saja produk-produk yang sudah Anda beli. Di samping itu, Anda juga dituntut untuk mengontrol nafsu belanja secara berlebihan agar kondisi keuangan Anda tetap stabil. Bagi yang mudah merasa gengsi karena melihat teman membawa barang belanjaan lebih dari Anda, hilangkan rasa gengsi tersebut. Jangan malu berhemat untuk mendapatkan kehidupan yang bebas dari masalah keuangan. Jujur, aku juga sering merasa minder saat belanja bareng sepupu atau temanku yang membawa barang belanjaan lebih banyak daripada punyaku. Timbul perasaan ingin belanja lagi di benakku. Namun, aku selalu berhasil mengontrol keinginanku dengan mengatakan pada diriku bahwa masih ada hari esok untuk belanja dan masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Cara sederhana ini cukup manjur untukku karena berhasil membuatku bisa menahan nafsu belanjaku.

Mudah-mudahan dengan menerapkan metode EPK di atas, outcome Anda tidak akan lebih besar dari income untuk kedepannya.

I’m Lucky because of Having Car Insurance

I will never forget what happens three years ago. At that moment, I planned to pick up my family in airport. Before going there, I felt uncomfortable immediately so I was afraid. Nevertheless, I still thought positively and tried to calm myself down. I checked my car and after heating it about 5 minutes, I went to airport. When I was on the way, I looked a rider who rode without obeying traffic rules. He rode fast and made other drivers complain. Unfortunately, there was no police there so he continued his action.

Caraccidentagain

The problem came to me when other car in front of me tried to avoid the rider by stopping abruptly. I tried to stop my car, but I could so I decided to deflect my car to right. I did not know that it was bad decision because there was roadblock. My car hit the roadblock and was upside down. I was unconscious for two days in hospital. Police told me that I was helped by other drivers. Did you know what happened to me? My left leg was broken and there were many injuries in my body. My car was also broken and placed on police office.

I was sad at that moment because I could not do my jobs as usual anymore. My family visited and accompanied me till I got my health back. Some of my colleagues and bosses also visit me in hospital. They looked sad and took care of me so I was happy. After three days in hospital, my family told me that they would help me pay medical bill. I said they did not need to do it because I had asuransi untuk kendaraan bermotor that I bought at Raja Premi in 2014. I told them that all medical bills and auto repair costs would be guaranteed by insurance company.

car-insurance-rates

Listening to my explanation they felt free and happy. To be honest, I could not imagine what happened to me if I was not helped fast. Besides, I might stress out because I had to pay thousands of dollars for medical bills and car repair services. I felt lucky because of having car insurance so I could cut down my expenses and avoid getting any debts.

Well, based on my story, are you keen on buying car insurance? If you still answer no, change your doubt because having this insurance product is highly important and useful. Imagine how much money that you will spend if there is no compensation or help from others. If you borrow money from other or bank, of course you will have debts. The worst part is you might get serious trouble if you cannot pay off the debts.

Anyway, now my condition is better, although I still feel little trauma for the car accident. My car is in good condition after being repaired at reliable auto workshop that cooperates with Raja Premi. I hope this accident will never come to my life anymore. I will be more careful of driving.